Lokernusa

8 Gempa Terbesar dan Tsunami yang Pernah Terjadi di Kalimantan

8 Gempa Terbesar dan Tsunami yang Pernah Terjadi di Kalimantan
8 Gempa Terbesar dan Tsunami yang Pernah Terjadi di Kalimantan

Pemerintah rencananya akan memindahkan Pusat Pemerintahan Ibu Kota Indonesia dari Provinsi DKI Jakarta ke Kalimantan. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional saat itu Sofyan Djalil, menyebut Ibu Kota baru berada di Kalimantan Timur. Salah satu pertimbangannya, karna Kalimantan masih tergolong bebas dari gempa. Namun benarkah demikian ?

Daryono selaku Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami dari BMKG, menyebut bahwa Kalimantan tidak sepenuhnya terbebas dari gempa. Bahkan, menurut BMKG ada 3 sesar yang berada di Kaltim yaitu Sesar Maratua, Sesar Mangkalihat, dan Sesar Paternostes. Dua diantaranya, yaitu Sesar Maratua dan Sesar Mangkalihat masih menunjukkan tanda-tanda keaktifan. Dua sesar ini terletak di Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur

Menurut Data Kegempaan BMKG setidaknya pernah terjadi 8 gempa besar di Kalimantan. Berikut daftarnya :

1. Gempa dan Tsunami Sangkulirang Kalimantan Timur

Terjadi pada 14 Mei 1921 dengan skala intensitas VII-VIII MMI, sehingga banyak bangunan mengalami kerusakan sedang hingga berat. Gempa ini dibarengi dengan terjangan Tsunami, akibatnya sepanjang pantai dan muara sungai di Sangkulirang mengalami kerusakan parah.

2. Gempa Tarakan Kalimantan Timur

Terjadi pada 19 April 1923. Gempa Tarakan ini dilaporkan memiliki kekuatan Magnitudo 7,0. Dampak guncangannya memiliki skala intensitas VII-VIII MMI, sehingga bangunan mengalami kerusakan sedang hingga berat serta terjadi rekahan tanah.

3. Gempa Tarakan Kalimantan Timur

Terjadi pada 14 Februari 1925. Guncangan gempa ini dilaporkan sangat kuat. Tercatat gempa ini memiliki skala intensitas VI-VII MMI. Banyak rumah-rumah yang berada di Tarakan rusak akibatnya.

4. Gempa Tarakan Kalimantan Timur

Terjadi pada 28 Februari 1936. Gempa kuat dengan Magnitudo 6,5 merupakan gempa ketiga. Dampaknya adalah kerusakan sejumlah bangunan rumah.

Sebaran kejadian gempa bumi di Indonesia dengan megnitudo lebih besar dari 5 sejak 1976 - 2016 berdasarkan data katalog USGS. Degradasi warna lingkaran merah - biru menunjukkan kedalaman posisi sumber gempa bumi (hiposenter)
Sebaran gempa sejak 1976 - 2016 (USGS)

5. Gempa Tarakan Kalimantan Timur

Terjadi Pada 21 Desember 2015. Gempa ini memiliki Magnitudo 6,1 dengan aktivitas gempa susulan sebanyak 16 kali. Pusat gempa berada di laut dengan jarak 29 km arah timur laut Tarakan. Gempa ini merusak banyak bangunan rumah.

6. Gempa Pulau Laut Kalimantan Selatan

Terjadi pada 5 Februari 2008. Guncangan dirasakan kuat di Pulau Laut, Pulau Sebuku, Pulau Sembilan, Pagatan, dan Batulicin. Gempa berkekuatan Magnitudo 5,8.

7. Gempa Kendawangan Kalimantan Barat

Terjadi pada 24 Juni 2016. Gempa ini memiliki Magnitudo 5,1, menyebabkan beberapa rumah rusak.

8. Gempa Katingan Kalimantan Tengah

Terjadi pada 14 Juli 2018, dengan skala intensitas III-IV MMI. Guncangan gempa ini memiliki Magnitudo 4,2, dirasakan di daerah Katingan, Kasongan, Batutinggi, dan Bengkuang. Gempa ini dilaporkan menyebabkan 1 rumah rusak ringan.