Langka di Dunia, Ubur-ubur Tak Menyengat di Danau Purba Kakaban Kalimantan

Nama Pulau Kakaban mungkin tidak sepopuler Kepulauan Derawan. Padahal, keajaiban pulau kecil ini tidak ada duanya. Konon pemandangan alam Kakaban sering dibandingkan dengan Kepulauan Palau di Mikronesia di tenggara Samudra Pasifik.

Kakaban adalah pulau yang unik karena sebagian besar berupa danau. Kondisi airnya konstan, dan tidak pernah naik pasang seperti laut. Selain danau, di pulau ini juga terdapat daratan dengan pepohonan purba dan bakau. 

Danau di Pulau Kakaban mungkin terlihat sama dengan danau lainnya. Namun Danau Kakaban termasuk dalam kategori danau purba. Selain itu, Danau Kakaban juga menjadi rumah bagi ubur-ubur unik yang tak menyengat.

Mitos dan Asal Usul Nama Danau Purba Kakaban


Kepulauan ini juga menyimpan mitos dan cerita yang diturunkan dari generasi ke generasi oleh penduduk setempat. Konon di tempat ini menjadi tempat Kesultanan Berau, yang kemudian pecah menjadi Kesultanan Gunung Tabur dan Kesultanan Sambaliung.

Dalam ceritanya, pernikahan kerajaan akan digelar, dan resepsi akan digelar di Pulau Panjang, pulau terluar Berau. Dalam perjalanan menggunakan perahu, rombongan pengantin mengalami kecelakaan diterjang ombak dan badai besar perairan Laut Sulawesi.

Jasad mempelai wanita ditemukan di Pulau Derawan sebagai simbol kesucian wanita. Jenazah kedua orang tua kedua mempelai terdampar di Pulau Maratua atau mertua, sedangkan calon pengantin pria di Pulau Sangaraki. Di saat yang sama, Pulau Kakaban adalah istilah yang digunakan sebagai tempat ditemukannya jenazah kakak perempuan tertua.

Namun menurut peniliti dari Universitas Mulawarman, nama pulau di Kepulauan Derawan berasal dari bahasa Bajau. Yang masing-masing memiliki arti Derawan artinya perawan, Maratua artinya bapak mertua, Sangalaki laki-laki, dan Kakaban kakak.

Mitos dan Asal Usul Nama Danau Purba Kakaban

Langka di Dunia, Ubur-ubur Unik Tanpa Sengat


Pulau seluas 774,2 hektar ini uniknya 80% dari luas daratannya adalah danau, dulunya menjadi bagian dari Kepulauan Derawan kini masuk dalam wilayah Kampung Payung-payung Kecamatan Maratua.

Air Danau Kakaban berasal dari rembesan air laut dan hujan, ini yang menjadikan Kakaban istimewa. Keunikan Danau Kakaban juga menjadi surganya para traveller yang menyukai keindahan alam laut Indonesia. Selain wisata alam, kita juga bisa melihat keindahan evolusi keanekaragaman satwa laut yang tercipta di Danau Kakaban.

Dibandingkan dengan perairan Derawan, struktur geografis danau Kakaban yang terisolasi menghasilkan karakteristik ekosistem yang berbeda. Selain itu Kakaban juga merupakan satu-satunya danau yang menjadi rumah bagi ribuan ubur-ubur yang tidak menyengat. Ada dua jenis ubur-ubur di danau ini, ubur-ubur emas (Golden Jellyfish) dan ubur-ubur bulan (Moon Jellyfish). Kedua jenis ini memiliki warna yang berbeda, yaitu jingga, kemerahan, putih, bahkan ada yang ungu muda.

Banyak penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti lingkungan menunjukkan bahwa ubur-ubur Danau Kakaban telah mengalami evolusi ribuan tahun di lingkungan baru. Peneliti menduga, hilangnya sengatan yang digunakan sebagai alat pelindung bagi kebanyakan ubur-ubur adalah karena hilangnya predator, ikan besar yang tidak dapat ditemukan di Danau Kakaban.

0Komentar

Yuk beri komentar

Sebelumnya Selanjutnya
Facebook Kalimantana